Model perilaku stop Buang Air Besar Sembarangan (BABS) berdasarkan variabel demografi, lingkungan, dan tata kelola menggunakan Structural Equation Modelling
DOI:
https://doi.org/10.29238/sanitasi.v18i1.2433Keywords:
Demografi, Lingkungan, Tata Kelola, SEM, Buang Air Besar SembaranganAbstract
Permasalahan Buang Air Besar Sembarangan menjadi tantangan serius di Provinsi Lampung. Berbagai upaya telah dilakukan untuk mengatasi masalah ini, namun hasil yang diperoleh belum optimal, sehingga perlu dilakukan penelitian untuk mengetahui variabel yang mempengaruhi perilaku ODF. Tujuan penelitian ini menganalisis pengaruh variabel demografi, lingkungan, dan tata kelola terhadap perilaku ODF dengan menggunakan SEM pada masyarakat di Provinsi Lampung. Data yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan data sekunder pada variabel demografi, variabel lingkungan, serta pada variabel tata kelola yang dikumpulkan dari tahun 2015-2022 di Provinsi Lampung. Model SEM yang dikembangkan mengidentifikasi hubungan yang kompleks. Hasil penelitian ini yaitu variabel demografi berpengaruh signifikan terhadap perilaku ODF dengan p-value 0.049, variabel demografi berpengaruh signifikan terhadap tata kelola sanitasi dengan p-value 0.001, variabel lingkungan berpengaruh signifikan terhadap perilaku ODF dengan p-value 0.041, variabel lingkungan juga berpengaruh signifikan terhadap tata kelola dengan p-value 0.000, variabel tata kelola berpengaruh signifikan terhadap perilaku ODF dengan p-value 0.036, variabel demografi melalui variabel tata kelola tidak berpengaruh terhadap perilaku ODF dengan p-value sebesar 0.116, dan variabel lingkungan melalui variabel tata kelola berpengaruh terhadap perilaku ODF dengan p-value sebesar 0.037. Hasil penelitian ini dapat digunakan untuk menyusun kebijakan dan program yang lebih efektif untuk mengurangi praktik BABS di Provinsi Lampung.
Abstract: The issue of Open Defecation remains a serious challenge in Lampung Province. Various efforts have been made to address this issue through sanitation programs, but the results have not been optimal, necessitating research to identify the characteristics that impact ODF behavior. The purpose of this research is to analyze the influence of demographic, environmental, and governance variables on ODF behavior using SEM in the society of Lampung Province. This research examined secondary data on demographic, environmental, and governance variables, collected from 2015–2022 in Lampung Province. The developed SEM model identifies complex relationships. The research results show that demographic variables significantly influence ODF behavior with a p-value of 0.049, demographic variables significantly influence sanitation governance with a p-value of 0.001, environmental variables significantly influence ODF behavior with a p-value of 0.041, environmental variables also significantly influence sanitation governance with a p-value of 0.000, governance variables significantly influence ODF behavior with a p-value of 0.036, demographic variables through governance variables do not significantly influence ODF behavior with a p-value of 0.116, and environmental variables through governance variables significantly influence ODF behavior with a p-value of 0.037. The results of this research can be used to develop more effective policies and programs to eliminate open defecation in Lampung Province.
Published
How to Cite
Issue
Section
Citation Check
License
Copyright (c) 2026 Decci Sandriyana, Dyah Wulan Sumekar, Christine Wulandari, Samsul Bakri, Jhons Fatriyadi Suwandi, Endro Prasetyo Wahono

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
With the receipt of the article by the Sanitasi: Jurnal Kesehatan Lingkungan Editorial Board and the decision to be published, then the copyright regarding the article will be diverted to Sanitasi: Jurnal Kesehatan Lingkungan .
Environmental Health Department of The Polytechnic of Health of Yogyakarta as the publisher of Sanitasi: Jurnal Kesehatan Lingkungan hold the copyright regarding all the published articles in this journal.
Sanitasi: Jurnal Kesehehatan Lingkungan is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.





