Asuhan Kesehatan Gigi dan Mulut pada Pasien A (20 Th) dengan Kasus Gingivitis Marginalis yang Disebabkan oleh Karang Gigi
Abstract
Latar Belakang: Kebersihan gigi dan mulut yang buruk dapat menyebabkan akumulasi plak dan karang gigi, yang berkontribusi terhadap terjadinya gingivitis. Kondisi ini juga dialami oleh pasien Tn. A yang mengalami gingivitis akibat penumpukan kalkulus. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penatalaksanaan asuhan kesehatan gigi dan mulut pada pasien Tn. A dengan kasus gingivitis yang disebabkan oleh karang gigi. Metode: Penelitian ini merupakan laporan kasus yang menggunakan pendekatan asuhan kesehatan gigi dan mulut yang melalui lima tahap yaitu pengkajian, diagnosis, perencanaan, implementasi dan evaluasi. Pemeriksaan awal menunjukkan skor plak sebesar 17%, skor kalkulus 29, dan delapan gigi mengalami karies. Intervensi yang diberikan meliputi scaling, aplikasi antiseptik, penambalan gigi, pemberian rujukan, serta edukasi menggunakan metode chair side talk dengan media leaflet dan terapi kebersihan mulut (oral physiotherapy). Hasil: Evaluasi menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada kebersihan gigi dan mulut, yang dibuktikan dengan penurunan skor plak menjadi 0%, penurunan indeks gingiva menjadi 0,02% dan perbaikan kondisi gingiva. Kesimpulan: Terdapat 3 kebutuhan dasar manusia yang sudah terpenuhi dan 2 kebutuhan dasar manusia yang belum terpenuhi sepenuhnya, sehingga 8 kebutuhan dasar manusia pada pasien belum terpenuhi sepenuhnya.
There is no Figure or data content available for this article
References
- 1. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Laporan Riskesdas 2018 Nasional. Jakarta: Lembaga Penerbit Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan; 2018. p. 156.
- 2. Rahmadhan A. Serba-serbi kesehatan gigi & mulut. Handayani N, editor. Jakarta: Bukune; 2010. 190 p.
- 3. Pontoluli ZG, Khoman JA, Wowor VNS. Kebersihan gigi mulut dan kejadian gingivitis pada anak sekolah dasar. e-GiGi. 2021;9(1):21-28.
- 4. Asmawati. Perbandingan indeks kalkulus yang mengonsumsi air minum isi ulang dan air sumur di Desa Mataiwoi Kecamatan Mowila. J Kesehat Kesehat Gigi Politek Bina Husada Kendari. 2018;1(1):1-6.
- 5. Huwaida NH, Anggrawati H, Herianto Y, Restuning S. Gambaran penyakit gingivitis pada pasien yang berkunjung ke poli gigi rumah sakit. J Kesehat Siliwangi. 2021;1(1):1-5.
- 6. Putri M, Herijulianti E, Nurjannah N. Ilmu pencegahan penyakit jaringan keras dan jaringan pendukung gigi. Juwono L, editor. Jakarta: EGC; 2018. 234 p.
- 7. Tuhuteru DR, Lampus BS, Wowor VNS. Status kebersihan gigi dan mulut pasien poliklinik gigi Puskesmas Paniki Bawah Manado. e-GiGi. 2014;2(2).
- 8. Gultom E, Dyah R. Konsep dasar pelayanan asuhan kesehatan gigi dan mulut I. Edisi 1. Jakarta: Pusat Pendidikan Sumber Daya Manusia Kesehatan; 2017. 155 p.
- 9. Komporot F, Siagian KV, Pangemanan DHC, Khoman J. Efektivitas tindakan skeling terhadap perawatan gingivitis di rumah. e-GiGi. 2019;7(2):58-64.
- 10. Irma I, Intan A. Penyakit gigi, mulut dan THT. Yogyakarta: Nuha Medika; 2013. 240 p.
- 11. Putranto RA. Peran irigasi klorheksidin pada perawatan penyakit periodontal. J Kedokt Gigi Terpadu. 2019;1(1):35-39.
- 12. Mutmainah L. Kejadian karies gigi dan karang gigi pada santri di Pondok Pesantren Riyadul Huda Kabupaten Garut. Bandung: Politeknik Kesehatan Bandung; 2023.
- 13. Nubatonis MO, Ayatulah MI. Promosi kesehatan gigi dengan menggunakan media leaflet terhadap pengetahuan, sikap, status kebersihan gigi dan mulut. J Kesehat Gigi. 2019;6(2):147-156.
- 14. Machfoedz I, Suryani E. Pendidikan kesehatan bagian dari promosi kesehatan. Yogyakarta: Fitramaya; 2007. 170 p.
- 15. Solena SN, Nurnaningsih H, Herijulianti E, Laut DM. Asuhan kesehatan gigi mulut pada pasien Tn. S kasus karang gigi disertai kelainan gigi supernumerary. J Kesehat Siliwangi. 2021;1(1):43-51.
